Pengaturan skor sepakbola Indonesia

Roy Suryo Mengatakan Pengaturan Skor Sepakbola Indonesia Berasal dari Kemenpora

In Olahraga by Jimmy Chandra1 Comment

Dunia sepakbola Indonesia memang belum selesai dirundung masalah. Setelah perseteruan antara Kemenpora dan PSSI yang berujung pada pembekuan persepakbolaan Indonesia oleh FIFA, kini ada isu lain bahwa ada kasus pengaturan skor sepakbola Indonesia yang dilakukan oleh oknum tertentu.

Belum selesai kasus tersebut, muncul lagi kabar dari pakar telematika yang juga mantan menteri Kemenpora, Roy Surya bahwa dirinya mengaku sudah melakukan penelitian terhadap rekaman yang dianggap sebagai bukti adanya pengaturan skor. Dari hasil peneliannya tersebut, ia yakin bahwa rekaman tersebut dibuat di kantor Kemenpora sendiri.

Pengaturan skor sepakbola Indonesia vs Thailand

Pengaturan skor sepakbola Indonesia vs Thailand

Sebelumnya, Menpora Imam Nahrawi memang ingin bersih-bersih PSSI. Sebagai menteri yang menangani dunia olahraga Indonesia, tidak terkecuali sepakbola, ia resah mengapa kualitas sepakbola Indonesia semakin menurun. Ia mencium adanya pengaturan skor sehingga kualitas sepakbola Indonesia menurun.

Tidak itu saja. Imam Nahrawi juga menganggap ada hal yang tidak beres di tubuh PSSI. Korupsi dan kolusi membuat secara tidak langsung beberapa pemain sepakbola di klub yang bernaung di bawah PSSI terlantar seperti gaji yang tak kunjung dibayar dan lain sebagainya.

Dari alasan itulah, Imam Nahrawi membekukan PSSI yang akhirnya berujung pada sanksi yang dijatuhkan FIFA terhadap PSSI.

Mengenai pengaturan skor, baru beberapa hari pihak Kemenpora menunjukkan bukti berupa rekaman di mana ada oknum PSSI yang melakukan pengaturan skor sepakbola Indonesia. Atas dasar itulah, masyarakat berhasil diyakinkan bahwa memang ada yang salah pada PSSI.

Namun, kabar tersebut segera dibantah Roy Suryo. Menurut orang yang pernah menjadi menteri pemuda dan olahraga ini, rekaman itu hanya rekayasa belaka. Ia mengatakan bahwa rekaman tersebut itu buatan.

Bahkan, Roy Suryo mengungkapkan rekaman tersebut di buat di kantor Kemenpora.  Lebih detailnya, ia mengatakan rekaman tersebut dibuat di lantai 3.

Tentu saja apa yang ia ungkapkan tersebut berdasarkan beberapa bukti. Sebagai pakar telematika, ia meneliti rekaman dan menggunakan alat-ala tertentu untuk menganalisa rekaman. Roy Suryo mengatakan ia menggunakan CDRI (Call Data Record Information). Ini merupakan alat yang bisa menunjukkan nomor pengirim, penerima, lokasi, dan juga durasi suatu percakapan, dalam hal ini rekaman.

Dari analisa yang dilakukannya menggunakan alat tersebut, Roy Suryo menyimpulkan bahwa rekaman tersebut dibuat oleh oknum dari Kemenpora dan hal tersebut dilakukan di kantor Kemenpora lantai 3. Selain itu, ia yakin bahwa rekaman tersebut hanya dibuat-buat sehingga seolah-olah ada percakapan antara seorang mafia bola untuk mengatur skor pertandingan.

Sebelumnya melakukan analisa, Roy Suryo memang sudah menduga bahwa rekaman tersebut dibuat-buat saja. Hanya saja tanpa pembuktian yang komperhensif, ia tidak mau mengatakan hal tersebut apalagi di depan publik. Baru setelah melakukan analisa menggunakan CDRI, ia berani muncul ke publik dan mengatakan bahwa rekaman tersebut dibuat-buat saja.

Apa yang diungkapkan oleh Roy Suryo bukan berarti ingin membela PSSI dan menjatuhkan Kemenpora. Ketika diwawancarai oleh media, ia mengatakan bahwa ini adalah cara Roy Suryo untuk membantu Imam Nahrawi. Ia tidak mau sang menteri mendapatkan informasi yang tidak kredibel dari lingkungan Kemenpora.

Setelah penemuannya ini, Roy Suryo mendesak Bareskrim untuk menangkap siapa yang secara sengaja membuat rekaman tersebut yang akhirnya dijadikan bukti adanya pengaturan skor sepakbola Indonesia. Padahal, menurut Roy Suryo, rekaman tersebut hanya berisi tentang tebak-tebakan skor yang pada waktu ini bertepatan ketika timnas U-23 bertanding  di SEA Games 2015 beberapa pekan lalu.

Comments

Leave a Comment