Diana-Rikasari-e1444783376259

MENGENAL LEBIH DEKAT DIANA RIKASARI – FASHION BLOGGER YANG SUKSES MERINTIS BRAND UP AND POP SHOES

In Bisnis, Cerita-cerita pendek, Entertainment by Jimmy ChandraLeave a Comment

Bagi Anda seorang blogger tentu Anda tidak asing dengan nama Diana Rikasari. Ya, #fashion blogger wanita kelahiran Colorado, Amerika Serikat, 23 Desember 1984 ini memang sangat populer sebagai blogger yang mengkhususkan tulisannya di bidang fashion.

Hobinya menulis yang diawali sejak tahun 2007 telah membawa dirinya pada kesuksesan. Namun berkat kecintaan dan konsistensinya pada dunia fashion ini juga saat ini wanita yang juga seorang ibu dari satu putra ini juga telah sukses merintis bisnisnya pada produk sepatu.

Dengan brand yang diberi nama Up dan Pop, Diana Rikasari telah melengkapi kesuksesannya di bidang blog. Lalu seperti apakah kisah sukses Diana Rikasari dalam merintis kesuksesannya ini? Berikut ulasannya.

Lika-liku Diana Rikasari Merintis Brand Blogging

diana rikasariKarena lahir di luar negeri, Diana Rikasari kecil seringkali dibully oleh teman-temannya karena tidak fasih berbahasa Indonesia. Namun meski demikian Diana tidak gentar, ia malah menjadikan keadaan ini sebagai pemicu semangat dirinya berprestasi.
Rasa sepi dari teman kemudian membuat wanita lulusan S2 International Business Management dari Nottingham University ini melahirkan hobi menulis sebagai sarana menyalurkan kegundahan hatinya. Sempat menjadi lulusan terbaik di sekolahnya, Diana larut dalam kesenangannya bermain blog dengan kombinasi fashion di dalamnya.
Ketekunannya merintis blog dan bermain-main dengan fashion membuat beberapa orang mengejeknya sebagai orang yang kurang kerjaan. Meski banyak yang mencibir aktivitasnya, Diana tak pantang menyerah, Diana tak bergeming dengan pilihannya. Dia ikuti kata hati dengan tetap tampil menjadi dirinya. Citra cantiknya dia bangun sendiri bermodal percaya diri.

Mencapai Sukses Dibidang Blogging

Berkat ketekunan dan konsistensinya, Diana Rikasari telah sukses menasbihkan dirinya sebagai fashion blogger ternama di Indonesia. Tak ayal bila kemudian akun #instagramnya telah dibanjiri follower hingga 189 ribu pengikut.

Selain dikenal sebagai fashion #blogger, wanita yang memiliki rambut gaya ‘mop top’ itu juga telah menjadi trendsetter fashion. Dengan kecintaan dan passionnya pada dunia fashion maka beberapa prestasi pun berhasil ia ditorehkan, salah satunya adalah penghargaan International Young Creative Entrepreneur tahun 2012.

Merambah Bisnis Sepatu

Setelah sukses membranding dirinya sebagi seorang fashion blogger dan juga menjadi trensetter mode fashion, Diana Rikasari kemudian merambah peruntungannya ke dunia bisnis atau entrepreneur. Dengan modal personal branding dan kecintaannya pada fashon terutama sepatu dan jiwa entrepreneur yang telah dimilikinya sejak di bangku sekolah, Diana kemudian mendirikan UP yang berarti “cheer you up” sejak tahun 2010 dan kemudian menyusul brand sepatu lainnya yaitu Pop di tahun 2013.

Saat mengawali bisnis sepatu ini Diana mengaku tidak mendapat dukungan keluarga. Maka untuk modal yang digunakan, Diana mengaku memulai bisnisnya dengan modal yang tak terlalu besar dan dari uang tabungannya sendiri.

Apa perbedaan antara dua brand Up dan Pop tersebut? Menurut Diana kedua brand ini memang memiliki perbedaan yang berarti. Jika up shoes ini temanya friendly serta model yang bisa dipakai sehari-hari tapi kalau pop shoes itu yang beda, lucu-lucu dan unik.

Pemasaran Up dan Pop Shoes

Screen Shot 2013-04-06 at 7.02.04 PM

Up dan Pop shoes Sepatu ini dijual secara online dan mengincar pangsa pasar wanita muda. Berbagai model sepatu yang dijual seperti wedges, sandal kasual, bahkan customer juga bisa custom memesan sepatu sesuai dengan model yang diinginkan. Selain website www.Iwearaup.com, dalam memasarkan produknya Diana juga memanfaatkan #media sosial.

Pada awalnya Diana menggunakan #twitter, namun karena Instagram juga memikat, maka saat ini ia juga menggunakan instagram. Agar karyanya lebih dikenal lagi, baik di dalam maupun luar negeri, saat ini pemasaran Up dan Pop Shoe sendiri juga mulai merambah retailer offline, seperti The Goods Dept.

Kendala Usaha

Meskipun telah memiliki personal brand yang kuat saat meristis Up dan Pop shoe, toh ternyata perjalanan bisnisnya tak semulus yang diperkiraan. Beberapa masalah yang pernah menimpa Diana adalah perombakan tim produksi. Saat terjadi perombakan tim produksi tersebut, Diana sempat harus menghentikan proses penjualan sampai 3 bulan.

Diana mengaku itu adalah masa-masanya ia mendapat keluhan terbanyak dari para konsumen. Selain proses produksi, salah satu kendala yang masih kerap ia hadapi adalah para seniman lain yang menjiplak karya seninya.

Untuk mengatasi masalah plagiarisme atau penjiplakan ini, Diana Rikasari mengaku dirinya akan langsung mengkomunikasikan hal tersebut kepada pihak yang bersangkutan menjual replika. Biasanya Diana akan mengirimkan email pribadi dan meminta pihak itu menghapus foto-foto yang mirip dengan buatannya. Meski tak jarang pula keluhannya tak digubris oleh pihak yang meniru karyanya.

Leave a Comment