Gambar Ilustrasi Politik Dinasti

Kekuasaan Politik Dinasti di Indonesia

In Politik, Sosial by Jimmy ChandraLeave a Comment

Politik dinasti merupakan gabungan dari kekuasaan politik yang dijalankan oleh orang orang yang masih dalam satu lingkungan keluarga atau ikatan darah. Dinasti politik ini lebih mirip dengan keraajaan karena sistem kekuasaannya adalah dengan cara diwariskan dan turun temurun dari yang terdahulu ke anaknya atau jika tidak memiliki anak, maka akan diberikan ke adik atau keponakannya, yang penting kekuasaan suatu wilayah ini berada di satu lingkungan keluarga.

Benihnya biasanya sudah berasal dari jaman dahulu, jadi sudah terlihat seperti akar tradisional. Yaitu layaknya sistem patrimonial yang lebih memprioritaskan regenerasi atau perbaruan susunan kepemimpinan atau keanggotaan berdasarkan ikatan keluarga atau gen. Biasanya sistem ini tidak memperhatikan prestasi dan kelayakan calon yang lain, dan hanya memberi dukungan kepada lingkaran keluarga.

Gambar Ilustrasi Politik Dinasti

Gambar Ilustrasi Politik Dinasti

Walaupun sama-sama memindah kekuasaan ke tangan anggota keluarga lain, namun rupanya ada perbedaan dari cara mengangkat kekuasaan ini. Pada jaman dahulu, pemindahan kekuasaan ini dilakukan dengan cara langsung ditunjuk oleh pemimpin sebelumnya. Sedangkan sekarang, karena prosedur politik lebih rumit dan lebih tegas, penunjukkan secara langsung tidak akan sah bisa dilakukan. Sehingga cara yang digunakan sekarang adalah dengan memasukkan anggota keluarga yang berpotensi untuk masuk ke institusi politik yang sudah disiapkan, yaitu melalui partai politik. Karena itulah sering politik dinasti ini terjadi secara terselubung.

Makin maraknya praktek politik dinasti ini akan berdampak buruk pada sistem politik dan kenegaraan di Indonesia,oleh karena itu, dinasti politik ini harus dilarang dan ditindak tegas. Dengan adanya pilkada dan pemilu legislatif yang seharusnya berjalan dengan ketentuan demokrasi, tidak akan berjalan baik jika politik dinasti ini masih terjadi. Hasil dari politik dinasti ini biasanya berakhir dengan korupsi sumber dana dan penyalahgunaan dana APBN serta APBD, dan juga sumber daya alam dan manusia.

Alasan munculnya politik dinasti ini adalah karena keinginan diri atau juga keluarga untuk meningkatkan dan meluaskan kekuasaan mereka. Kesepakatan dalam suatu kelompok juga termasuk politik dinasti, dimana kelompok tersebut menginginkan satu kekuasaan yang dapat menguntungkan mereka. Selain itu, penguasa dan pengusaha bisa juga bekerja sama untuk bekerja sama menggabungkan kekuasaan dan modal yang besar untuk kekuataan politik.

Ilustrasi Gambar Politik Dinasti

Ilustrasi Gambar Politik Dinasti

Dampak negatif bila politik dinasti ini tidak ditindak tegas sangat banyak. Hal yang paling mendasar adalah berkurangnya kesempatan warga sipil atau masyarakat yang sebenarnya memiliki kualitas yang bagus dan handal serta bertanggung jawab, tidak bisa mengikuti proses kaderisasi karena kalah dengan lingkungan keluarga yang sudah memiliki banyak relasi untuk memenangkan pemilihan umum untuk kepentingan pribadi.

Cita cita demokrasi juga terkena dampak negatif dari politik dinasti. Cita cita untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, jujur, dan bersih juga sulit tercapai. Kontrol kekuasaan tidak akan kuat dan melemah, serta tidak efektif. Hal ini tentu akan memperkuat penyimpangan yang terjadi, misalnya KKN.

Pemimpin – pemimpin yang tidak kompeten akan mendapat kekuasaan. Dan sebaliknya, pemimpin yang kompeten tidak akan mendapat tempat karena berada di luar lingkungan keluarga penguasa sebelumnya. Walau begitu undang undang mengenai politik dinasti memang sudah diatur. Namun undang undang tersebut perlu dikaji ulang. Kalaupun pencalonan anggota keluarga dari DPR atau DPRD diperbolehkan, tentunya harus diatur lebih dalam lagi agar tidak disalah gunakan kewenangannya, namun tetap tidak melanggar hak calon anggota yang merasa mampu menjadi pemimpin daerah.

Leave a Comment